Senin, 13 April 2015

tugas kelompok-integrasi ICT dalam lingkup PAUD

TUGAS TIK :
Integsari ict dalam lingkup paud
DI SUSUN
OLEH :
KELOMPOK 4
AKMIANTI
YAHYUNI
BAU RINA ANGRIANI
DESI SAFITRI
KELAS 14.2
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSA

1.      Keterkaitan ICT dalam Lingkup PAUD
Dalam Era globalisasi sekarang ini, pemerintah sedang menggalakkan pentingnya pendidikan anak usia dini. Untuk menciptakan generasi-generasi yang lebih unggul, juga nantinya mampu bersaing tinggi kelak ketika mereka dewasa dan juga tidak melupakan nilai-nilai moral dan budaya bangsa Indonesia. Karena anak usia dini merupakan masa golden age. Dimana terbentuknya pertumbuhan dan perkembangan otak pada masa-masa usia dini sekitar 0-8 tahun mencapai 80% pertumbuhan dan perkembangan pada otak manusia. Ibaratnya sebuah spon mereka mampu dan cepat menyerap ilmu atau apapun yang mereka terima, yang diberikan lingkungannya pada masa pertumbuhan dan perkembanganya.
Akan tetapi kita tidak boleh melupakan tugas dan hak kewajiban anak yaitu bermain sambil belajar. Karena dengan suasana bermain seraya belajar tidak membuat anak merasa ditekan ataupun tertekan pada situasi dan kondisi mereka yang sedang mempelajari diri dan juga lingkungannya. Melainkan anak akan mendapat kemudahan pada proses belajar dalam suasana bermain, yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Itulah sebabnya dikatakan dunia anak adalah dunia bermain.
Tidak bisa kita pungkiri  dalam segala bidang  TIK sudah menjadi kebutuhan pokok pada kehidupan kita. Termasuk dalam dunia pendidikan. TIK memiliki peran penting dalam sarana dan prasarana pembelajaran..Namun begitu kita juga diharapkan mengetahui karakter atau tugas perkembangan pada masa ini. Ia akan mudah belajar dalam suasana bermain, menyenangkan dan tanpa tekanan.Itulah sebabnya dikatakan dunia anak adalah dunia bermain.
Teknologi Informasi adalah bentuk teknologi yang tidak dapat dielakkan saat ini, termasuk pada anak-anak. Playstation, Handphone, Game online adalah contoh teknologi yang menggunakan progam komputer, dimana anak tidak dapat menghindarinya.
Pembelajaran TIK di perlukan agar anak dapat terarah dalam menggunakan atau memanfaatkan TIK. TIK pada PAUD harus memperhatikan aspek-aspek perkembangan, seperti moral, sosial emosi, bahasa, seni seperti yang ada pada Kurikulum PAUD itu sendiri. Pembelajaran TIK pada PAUD bisa di berikan pada sentra Tekonologi atau pada tema aalat Komunikasi. Namun untuk TIK sendiri, pengenalan komputer juga perlu diberikan pada anak usia dini.
·         Dampak TIK untuk Anak
a.       Dampak positif tik untuk anak
Dari hasil penelitian, ternyata pembelajaran komputer mempunyai dampak positif terhadap perkembangan anak. Meskipun demikian menurut penulis TIK adalah sebagai sarana dalam mempermudah atau membantu pekerjaan manusia. Disamping TIK mempunyai manfaat namun tak sedikit juga efek negatif. Adapun dampak positif TIK bagi anak antar lain :
1). Belajar menjadi menyenangkan dengan tampilan multimedia. Anak tidak merasa jenuh dan tidak merasa terbebani. Bahkan anak akan merasa tertantang untuk mencoba lagi dan tidak mudah menyerah bila soal atau tugas yang harus dilalui di kemas dalam bentuk permainan.
2). Komputer ternyata efektif untuk membangkitkan motivasi dan keingin tahuan yang tinggi pada anak. Dan hal ini sangat berbeda ketika kita melakukan pembelajaran dengan metode konvensional semacam ceramah atau pemberian tugas.
3). Anak akan merasa lebih percaya diri dan bersemangat jika ia berhasil membuat proyek, menggunakan media komputer. Guru atau pendamping sebaiknya memcetak (print out) dan mengumpulkan sehingga anak merasa bangga dan berkeinginan untuk bereplorasi lagi.

b.      Dampak Negatif TIK :
Banyak situs-situs atau tampilan yang tidak pantas untuk anak, sehingga pendampingan orang tua mutlak diperlukan. Gunakan filter agar anak tidak dapat mengakses web yang tidak layak untuk anak Letakkan komputer di ruang keluarga atau tempat dimana semua orang atau anggota keluarga dapat melakukan kontrol.
Games dapat membuat anak menjadi keblabasan dan tidak mengenal waktu. Ia bisa berjam-jam duduk di depan komputer. Hal ini tidak baik untruk kesehatan mata maupun dampak sosialisasi anak dengan sekitarnya. Buat jadwal kapan anak boleh bermain menggunakan komputer,sehigga kehidupannya lebih berimbang.
Meskipun kita dapat mengakses berbagai informasi melalui komputer dalam hal ini internet, tapi tidak semua informasi tersebut akurat.Sehingga kita juga perlu lebih selektif dan berhati-hati.

2.      Fungsi dan Peran ICT dalam Lingkup PAUD
·         FUNGSI
Fungsi pembelajaran TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk memudahkan anak usia dini dalam membantu proses belajar dengan cara yang menyenangkan, kreatif, imaginative dengan memakai TIK sebagai sumber belajar, seperti CD interaktif yang kini semakin banyak berkembang dalam modifikasi isi dari pembelajarannya. Contohnya : belajar berhitung, belajar membaca, mengenal huruf, mengenal warna, geometri, bentuk, juga mengenal lingkungan,binatang dan tumbuh-tumbuhan serta lain-lainnya. Ada pula games-games yang menyenangkan anak-anak tetapi juga syarat dengan pembelajaran seperti puzzle huruf. Sehingga yang tanpa disadari anak, mereka belajar banyak mengenal kosakata dalam bahasa inggris. Tau bagaimana berhitung. Yang pada masa sekarang ini banyak orang tua memaksakan anak belajar tanpa memikirkan kebutuhan dan hak dalam dunia anak yaitu bermain. Dengan adanya sarana dan prasarana TIK sebagai sumber belajar menjadikan pembelajaran menjadi lebih atraktif juga kreatif. Membuat anak menjadi lebih tertantang untuk bermain sambil belajar.
Anak-anak usia dini sangat cepat dan mudah sekali belajar seraya bermain, yang terkadang kita sebagai orang tua atau  juga sebagai pendidik anak usia dini. Tidak boleh melupakan pengawasaan dalam pembelajaran yang menggunakan sumber belajar TIK. Agar anak-anak tidak jauh melenceng dari pengenalan pembelajaran yang kita harapkan pada tujuan semula menjadikan TIK sebagai sumber belajar yang cocok dan pantas bagi anak usia dini. Karena sebagai mana kita tau. selain TIK memiliki dampak positif dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam belajar, juga memiliki dampak negative jika kita kurang ataupun lengah terhadap pengawasan dalam pembelajaran yang menggunakan TIK. Oleh karena itu hendaknya segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan pembelajaran TIK, anak perlu pengawasan dan pembelajaran yang seimbang dengan jiwa dan kebutuhan pembelajaran, sehingga anak ataupun peserta didik tidak salah menggunakan pemanfaatan perkembangan teknologi pembelajaran.
Adapun Tujuan pembelajaran TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi. Jika sebelumnya telah penulis jelaskan perlunya anak usia dini belajar mengenal teknologi informasi termasuk didalamnya pengenalan komputer.
Ada dua hal yang perlu diberikan pada pembelajaran komputer, yaitu kemampuan dan pengetahuan.
Kemampuan berhubungan dengan ketrampilan menggunakan komputer. Pada tahap PAUD, anak masih dalam batas mengenalkan komputer, bagian dan fungsi komputer itu sendiri, menggunakan komputer dengan benar :seperti cara menghidupkan dan mematikan komputer, tertib menggunakan komputer disamping anak dapat mengoperasikan program aplikasi yang digunakana dalam pembelajaran.
Sedang unsur pengetahuan adalah pengetahuan yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak, seperti berhitung, mengenal bentuk geometri, mewarna. Disamping itu anak juga belajar menggunakan komputer untuk menyelesaikan tugas secara sderhana. Anak mengetahui kegunaan komputer secara luas.
Sebagai contoh jika anak dapat menggambar pemandangan yang disukai, belajar berhitung menggunakan komputer, mengelompokkan benda-benda yang sejenis, membuat cerita sederhana atau membuat kartu ucapan untuk teman atau orang-orang yang disayangi, lalu hasil tersebut di cetak maka anak akan merasa bangga dan dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.
Aspek yang lain yang dapat digali dalam pembelajaran komputer adalah bagimana ia berinteraksi dengan teman, latihan berbagi, bekerja sama. Hal ini bisa dilakukan oleh guru untuk mengkondisikan pembelajaran komputer secara bergantian, atau berkelompok untuk materi-materi yang membutuhkan problem solving.
·         Peran TIK dalam pembelajaran anak.
a.       TIK sebagai Sumber Belajar
Sebagai sumber belajar, TIK dapat memberi layanan cepat-murah, menjawab kebtuhan informasi, menyediakan informasi terbaru/terkini. Dengan TIK, kita dapat meninggalkan kebiasaan satu sumber belajar, artinya guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa, tetapi hanya menjadi fasilitator dalam menyediakan berbagai fasilitas penunjang belajar bagi siswa yang memungkinkan siswa dapat bereksplorasi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan TIK siswa  menggunakan ANEKA sumber belajar, artinya menjadikan TIK sebagai salah satu referensi dalam belajar sehingga siswa dapat dengan mudah memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan dalam belajar. Namun, guru harus tetap mengatur efektifitas penggunaan TIK (internet), artinya siswa disiapkan untuk menggunakan teknologi dengan tepat dan sesuai kebutuhan. Di sini guru harus tegas memberi batasan kepada siswa dalam mencari sumber belajar di internet.
b.      TIK sebagai Media Belajar
Dalam merancang media berbasis TIK, guru harus dapat mengupayakan adanya kedekatan antara visualisasi antara pesan verbal dan ilustrasi yang digunakan agar lebih mudah dipahami anak. Ada beberapa prinsip penggunaan media, yaituKesederhanaan, artinya media yang digunakan tidak perlu mewah tetapi harus didesain secara hati-hati mengandung makna dari pesan yang hendak disampaikan. Keutuhan, artinya dalam membelajarkan sesuatu kepada anak harus dimulai dari satu kesatuan yang utuh baru ke bagian-bagian tertentu, agar pesan yang disampaikan lebih bermakna atau berarti bagi anak. Keseimbangan,hal ini menjaga agar perhatian anak tetap fokus pada pesan apa yang mau kita sampaikan, karena ketidakseimbangan gambar dapat mengalihkan perhatian siswa. Ketegasan, artinya harus ada teknik dalam memberi penekanan pada bagian tertentu. Misalkan dengan memberi warna tertentu pada kata-kata tertentu yang merupakan pesan khusus yang mau disampaikan.
Peran TIK dalam meningkatkan profesionalisme pendidik diantaranya:
1). TIK membantu guru menjalankan fungsinya sebagai fasilitator pembelajaran.
2). TIK membantu guru mewujudkan model-model pembelajaran yang interaktif, inovatif dan kreatif.
3). TIK menjadikan proses pembelajaran lebih efektif dan efisien.
4). TIK mempermudah guru mencapai kemampuan dasar sebagai seorang pendidik.
5). TIK membantu guru menciptakan sistem pembelajaran yang mandiri.

3.      Manfaat integrasi ict dalam lingkup paud
Manfaat TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi.
Ada dua hal yang perlu diberikan pada pembelajaran komputer, yaitu kemampuan dan pengetahuan.
Kemampuan berhubungan dengan ketrampilan menggunakan komputer. Pada tahap PAUD, anak masih dalam batas mengenalkan komputer, bagian dan fungsi komputer itu sendiri, menggunakan komputer dengan benar :seperti cara menghidupkan dan mematikan komputer, tertib menggunakan komputer disamping anak dapat mengoperasikan program aplikasi yang digunakana dalam pembelajaran.
Sedangkan unsur pengetahuan adalah pengetahuan yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak, seperti berhitung, mengenal bentuk geometri, mewarna. Disamping itu anak juga belajar menggunakan komputer untuk menyelesaikan tugas secara sderhana. Anak mengetahui kegunaan komputer secara luas.
1.       Sebagai media belajar
a.       E-Learning (Electronic Learning)
Adalah proses pembelajaran jarak jauh melalui pemanfaatan teknologi internet. Dalam konteks electronic learning atau e-learning sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi. Perkembangan e-Learning sendiri sebenarnya sangat erat kaitannya dengan perkembangan TIK, dimulai dari perkembangan teknologi televisi, komputer hingga teknologi komunikasi data paling cepat saat ini yaitu internet. e-Learning menjadi salah satu bentuk evolusi penyampaian pembelajaran dengan pemanfaatan TIK sebagai komponen utamanya.
AW.Bates (Bates 1995) dan K Wulf (Wulf 1996), seperti yang dikutip oleh Siahaan (2004), menyebutkan 4 keuntungan penyelenggaraan pendidikan semacam ini yaitu: (1) meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity), (2) dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Sifat internet yang tidak mensyaratkan sinkronitas memungkinkan instruktur dan peserta didik dapat terlibat dalam proses pembelajaran dalam waktu dan tempat yang berbeda, (3) sangat mampu menjangkau audience secara luas dan global, dan (4) mudah melakukan pembaruan materi pembelajaran dan menyimpan data/dokumen. Namun demikian, tidak semua negara dapat menyelenggarakan pembelajaran elektronik.
Kriteria-kriteria di bawah ini merupakan syarat yang telah dipenuhi negara-negara penyelenggara pembelajaran berbasis teknologi, yakni:
1). sikap positif masyarakat pada teknologi komputer dan internet, yang ditunjukkan dari semakin banyaknya jumlah pengguna dan penyedia jasa internet,
2). harga perangkat komputer yang relative murah dan dapat dimiliki oleh masyarakat,
3). kemampuan teknologi memproses data secara cepat dan kapasitas penyimpanan yang besar, dan luasnya akses atau jaringan komunikasi.

b.      E- Book (Electronic Book)
Pada fasilitas ini siswa dapat mencari koleksi perpustakaan elektronik berupa buku buku, modul, jurnall, makalah, majalah, surat kabar dan sebagainya
.
c.       Teleconference atau video conference
Sebuah sistem pembelajaran dimana terjadi interaksi langsung, misalnya antara guru dan siswa, antara dosen dan mahasiswa. Tetapi pemanfaatan TIK sebagai sumber belajar melalui teleconference atau video conference sulit dilaksanakan, mengingat sistem pembelajaran ini memerlukan biaya yang cukup besar dan kurangnya sarana dan fasilitas yang memadai.
2.       Sebagai media pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Pemanfaatn ICT sebagai media pembelajaran merupakan hal yang baru dalam pendidikan. Hal tersebut tentu diiringi oleh perkembangan zaman saat ini. Dikeluarkannya komputer mini (netbook) oleh pabrikan komputer di dunia yang niat awalnya didistribusikan untuk konsumsi pelajar, merupakan salah satu jalan bagi dunia pendidikan dalam memanfaatkan ICT tersebut. Walaupun saat ini pemanfaatnya telah berkembang. Clark mengklasifikasinnya media dalam pembelajaran menjadi 5 perspektifyaitu: Media sebagai teknologi dan mesin, Media sebagai tutor, Media sebagai alat sosialisasi, Media sebagai motivator dalam belajar, Media sebagai alat mental untuk berpikir dan memecahkan masalah. Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melaluisaluran atau media tertentu k penerima pesan. Pesan, sumber pesan,saluran/media dan penerima. pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang dikomunikasikan adalah sebuah informasi Menurut Rudy Bretzciri utama media dibagi menjadi 3 unsur pokok, yaitu, suara, visual dan gerak. Visual dibedakan menjadi tiga, yaitu gambar, garis, dan simbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk yang dapat ditangkap dengan indra penglihatan.
Di samping itu Bretz juga membedakan antara media siar (telecomunikation) dan media rekam(recording) sehingga terdapat 8 klasifikasi, yaitu:
1). media audio visual gerak,
2). media audio visual diam,
3). media audio semi gerak,
4). media visual gerak,
5). media visual diam,
6). media semi gerak,
7). media audio,
8). media cetak.
Karakteristik Menurut Munadi media terdiri dari 4 macam yaitu:
Ø  Media Audio
Pembahasan tentang proses komunikasi pembelajaran dengan menggunakan media audio tidak lepas dari pembahasan aspek pendengaran. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendengarkan dari pada untuk melakukan komunikasi lainnya. Pada tahun 1926 ditemukan bahwa 70% dari waktu bangun kita dipakai untuk berkomunikasi, yaitu membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Bila waktu yang digunakan untuk beraktivitas tersebut dibagi-bagi, hasilnya menunjukkkan bahwa 42% dipakai untuk mendengarkan, 32% untuk bercakap-cakap, 15% untuk membaca, dan 11% untuk menulis.
 Mendengarkan sesungguhnya suatu proses rumit yang melibatkan empat unsur:
(1) medengar,
(2) memperhatikan,
(3) memahami, dan
(4) mengingat.
Jadi definisi mendengarkan adalah” Proses selektif untuk memperhatikan,mendengar, memahami, dan mengingat simbol-simbol pendengaran”. Karakteristik Media Audio mempunyai ciri utama dituangkan dalam lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut: Mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dan memungkinkan menjangkau sasaran yang luas, mampu mengembangkan daya imajinasi pendengar, dan mampu memusatkan perhatian anak pada penggunaan kata-kata, bunyi, serta arti dari kata/bunyi tersebut. Sedangkan kekurangan media audio adalah sifat komunikasinya hanya satu arah. Memiliki kekuarang dari sudut perolehan informasi dalam belajar.
Ø  Media Visual
Media visual adalah media yang melibatkan indra penglihatan. Terdapat dua jenis pesan yang dimuat dalam media visual, yakni pesan verbal dan nonverbal. Pesan verbal-visual terdiri atas kata-kata dalam bentuk tulisan dan pesan non verbal-visual adalah pesan yang dituangkan ke dalam simbol-simbol nonverbal-visual. Secara garis besar unsur-unsur yang terdapat pada media visual terdiri atas garis, bentuk, warna, dan tekstur. Pentingnya pesan verbal dalam pembelajaran yaitu untuk melakukan pengeriman pesan melalui bahasa verbal untuk menghasilkan makna. Kata-kata merupakan unsur dari bahasa yang dapat digunakan sebagai simbol verbal. ”Kata”
hanya akan mempunyai ”makna” setelah ia diasosiasikan dengan ”refrensi/rujukan”. Karakteristik Media Visual ialah Pesan visual dapatdituangkan dalam bentuk: gambar, grafik, diagram, bagan, peta. Sedangkan penyaluranpesan visual verbal-nonverbal-grafis dapat dilakukan melalui: buku dan modul, komik, majalah dan jurnal, poster, papan visual. Di samping itu pesan visual juga dapat berupa benda asli atau tiruan (miniatur).
Ø  Media Audio Visual
Media audiovisual dapat dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama, dilengkapi fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit, dinamakan media audiovisual murni, seperti film gerak, video, televisi. Jenis kedua adalah media audio visual tidak murni yakni apa yang kita kenal dengan slide, OHP dan peralatan visual lainnya bila diberi unsur suara dari rekaman kaset yang dimanfaatkan secara bersamaan dalam satu waktu atau satu proses pembelajaran. Salah satu media audiovisual adalah film. Dilihat dari indera yang terlibat, film adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran efektif. Apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah diingat dari pada apa yang hanya dilihat atau di dengar saja. Manfaat dan karakteristik lainnya dari media film dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran, diataranya: Mengatasi keterbetasan jarak dan waktu, Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat, Dapat diulang, untuk memperkuat pengingatan, Mengembangkan pikiran dan pendapat.
Ø  Multimedia

Media dalam konteks pembelajaran merupakan bahasa, maka multimedia dalam konteks tersebut adalah multibahasa, yakni ada bahasa yang mudah dipahami oleh indra pendengaran, penglihatan, peraba dan lain sebagainya; atau dalam bahasa lain multimedia pembelajaran adalah media yang mampu melibatkan banyak indera dalam satu organ tubuh selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini Pemanfaatan Multimedia Berbasis Komputer dalam Pembelajaran dapat berbentuk : Multimedia Presentasi, Program Multimedia Interaktif, Sarana Simulasi, Video pelajaran/edukatif.

tugas kelompok-Model pembelajaran melaui media elektronik dan internet

TUGAS TIK :
Model pembelajaran melalui media elektronik dan internet


DI SUSUN
OLEH :
KELOMPOK 4
AKMIANTI
YAHYUNI
BAU RINA ANGRIANI
DESI SAFITRI
KELAS 14.2
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

A.  Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Elektronik (E-Learning)
Pembelajaran e-learning merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet ( internet,LAND,WAN).Sebagai metode penyampaian,interaksi,dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya ( Brown,2000;feasey,2001).
 E-learning adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknoligi, seperti telepon, audio, video tv, transmisi satelit atau computer (sukartawi, 2003).
1.      Fungsi pembelajaran elektronik
Menurut Siahaan (2002) setidaknya ada tiga fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas , yaitu  sebagai berikut:
a.       sebagai suplemen pembelajaran yang sifatnya pilihan/opsional.
b.      sebagai perlengkapan (komplemen) pembelajaran.
c.       sebagai pengganti (substitusi) pembelajaran.
2.      Manfaat pembelajaran elektronik
Pembelajaran elektronik (e-learning) bermanfaat bagi berbagai pihak yang terkait :
a.       Bagi Siswa
Kegiatan pembelajaran melalui e-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar siswa yang optimal, di mana siswa dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang.
b.      Bagi Guru
Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi  tanggung jawabnya dengan tuntunan perkembangan keilmuan yang terjadi.
c.       Bagi Sekolah
Di sekoalah akan tersedia bahan ajar yang telah divalidasi sesuai dengan bidangnya sehingga setiap guru dapat  menggunakan dengan mudah serta efektivitas dan efisien.
3.      Kelemahan pembelajaran elektronik
Menurut Wildavsky, (2001) kelemahan utama pembelajaran e-learning adalah sebagai berikut:
a.       Frekuensi kontak secara langsung antar sesama siswa dengan narasumber  sangat minim.
b.      Peluang siswa untuk bersosialisasi dengan siswa lain sangat terbatas.
4.      Pembelajaran Berbasis Web (web based learning)
Pembelajaran berbasis  WBL atau sering disebut on-line learning merupakan suatu system  atau proses untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar jarak jauh melalui aplikasi web dan jaringan internet (Simamora,2003).
Beberapa kelebihan dari pemanfaatan internet untuk WBL anatar lain sebagai berikut:
a.       Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik ,semuanya dapat dibangun dalam aplikasi internet
b.      Melalui internet lembaga pendidikan akan dapat lebih focus pada program penyelenggaraan pendidikan atau latihan
c.       Program WBL dapat dilaksanakan dan diupdate secara cepat
d.      Dapat diciptakan interaksi yang bersifat real time (chating atau video conference) maupun non real time (email, bulletin board, mealing list)
e.       Dapat mengakomodasi keseluruhan proses belajar, mulai dari registrasi, penyampaian materi, diskusi, evaluasi dan juga transaksi
f.       Dapat diakases dari lokasi mana saja dan bersifat global
g.      Materi dapat dirancang secara multimedia dan dinamis
h.      Siswa dapat terhubung ke berbagai perpustakaan maya diseluruh dunia dan menjadikannya sebagai media penelitian dalam meningkatan pemahaman dan bahan.
i.        Guru dapat secara cepat menambahkan referensi bahan ajar bersifat study kasus, trend industry dan proyeksi teknologi kedepan melalui berbagai sumber untuk menambah wawasan peserta terhadap bahan ajar.








B.  Model Pembelajaran melalui Internet
Pengertian Internet
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh
dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya
dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).
Sidharta (1996) memberikan definisi yang sangat luas terhadap pengertian internet. Internet
adalah forum global pertama dan perpustakaan global pertama dimana setiap pemakai dapat
berpartisipasi dalam segala waktu. Karena internet merupakan perpustakaan global, maka pemakai
dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar.
 Kemajuan teknologi informasi ini tidak hanya dirasakan oleh dunia bisnis, akan tetapi dunia
pendidikan juga ikut merasakan manfaatnya. Perkembangan teknologi informasi lebih terasa
menfaatnya dengan hadirnya jaringan internet yang memanfaatkan satelit sebagai media transformasi. Hadirnya internet sebagai sumber informasi ini sangat memungkinkan seseorang untuk mencari dan menyebarkan segala ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk penemuan penelitian keseluruh dunia dengan mudah, cepat, dan murah, sehingga pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat lebih cepat dan merata. Dengan demikian segala informasi yang ada di internet dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Di Indonesia pemanfaatan teknologi internet dimulai sekitar tahun 1995 ketika IndoInternet membuka jasa layanan internet.
Namun harus diakui bahwa kini pemanfaatan teknologi ini masih didominasi oleh lembaga seperti perbankan, perdagangan, media massa, atau kalangan industri. Jika melihat potensinya, dalam waktu mendatang mungkin saja lembaga pendidikan akan mendominasinya. Jaringan yang dikoordinir oleh ITB ini bertujuan untuk pengenalan dan pengembangan teknologi internet untuk pendidikan dan riset, pengembangan backbone internet pendidikan dan riset di kawasan Asia Pasific bersama-sama perguruan tinggi di kawasan ASEAN dan Jepang, serta pengembangan informasi internet yang meliputi aspek ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, sosial, dan ekonomi. Hingga kini sudah ada 21 lembaga pendidikan tinggi (negeri dan swasta), lembaga riset nasional, serta intnasi terkait yang telah bergabung.
        Pemanafaatan internet untuk pendidikan ini tidak hanya untuk pendidikan jarak jauh, akan tetapi juga dikembangkan dalam sistem pendidikan konvensional. Kini sudah banyak lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi yang sudah mulai merintis dan mengembangkan model pembelajaran berbasis internet dalam mendukung sistem pendidikan konvensional. Namun suatu inovasi selalu saja menimbulkan pro dan kontra. Yang pro dengan berbagai dalih meyakinkan akan manfaat kecanggihan teknologi ini seperti;, memudahkan komunikasi, sumber informasi dunia, memudahkan kerjasama, hiburan, berbelanja, dan kemudahan aktivitas lainnya. Sebaliknya yang kontra menunjukan sisi negatifnya, antara lain: biaya relatif besar dan mudahnya pengaruh budaya asing.
Agar kita dapat mengoperasikan internet dengan baik, maka dibutuhkan perangkat keras danperangkat lunak yang memadahi. Perangkat keras adalah komponen-komponen fisik yang membentuk suatu sistem komputer serta peralatan-peralatan lain yang mendukung komputer untuk melakukan tugasnya. Perangkat keras tersebut berupa:
(1) satu unit komputer,
(2) modem,
(3) jaringan telepon,
(4) adanya sambungan dengan ISP (Internet Service Provider).
Sedangkan perangkat lunak adalah program-program yang diperlukan untuk menjalankan perangkat keras komputer. Perangkat lunak ini kita pilih sesuai dengan:
 (1) kemampuan perangkat keras yang kita miliki,
(2) kelengkapan layanan yang diberikan,
(3) kemudahan dari perangkat itu untuk kita operasikan dalam (User Friendly).
Internet Sebagai Media Pendidikan
            Internet memiliki banyak fasilitas yang telah digunakan dalam berbagai bidang, seperti militer, media massa, bisnis, dan juga untuk pendidikan. Fasilitas tersebut antara lain: e-mail, Telnet, Internet Relay Chat, Newsgroup, Mailing List (Milis), File Transfer Protocol (FTP), atau World Wide Web (WWW).
Teknologi internet pada hakekatnya merupakan perkembangan dari teknologi komunikasi generasi sebelumnya. Media seperti radio, televisi, video, multi media, dan media lainnya telah digunakan dan dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan.
internet menurut Onno W. Purbo (1998) paling tidak ada tiga hal dampak positif penggunaan internet dalam pendidikan yaitu:
(a). Peserta didik dapat dengan mudah mengambil mata kuliah dimanapun di seluruh dunia tanpa batas institusi atau batas negara.
(b). Peserta didik dapat dengan mudah berguru pada para ahli di bidang yang diminatinya.
(c). Kuliah/belajar dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa bergantung pada universitas/sekolah tempat si mahasiswa belajar.
Ada tiga sistem pembelajaran melalui internet yang layak dipertimbangkan sebagai dasar pengembangan sistem pembelajaran dengan mendayagunakan internet,yaitu :
1. Web Course
Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran,dimana seluruh bagian bahan belajar,diskusi,konsultasi,penugasan,latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet.
2.  Web Centric Course
Sebagian bahan belajar,diskusi,konsultasi,penugasan,dan latihan disampaikan melalui internet,sedangkan ujian dan sebagian konsultasi,diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka,walaupun dalam proses belajarnya sebagian dilakukan dengan tatap muka yang biasaya berupa tutorial,tetapi presentase tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan dengan presentase proses pembelajaran melalui internet.
3. Web Enhanced Course
Web enhanced course merupakan pemanfaatan internet untuk pendidikan,untuk menunjang peningkatan kualitas belajar mengajar di kelas.Bentuk ini juga dikenal dengan nama web lite course,karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas.
sistem pembelajaran internet dikembangkan melalui tiga cara pengembangan yaitu:
1) Menggunakan seperlunya fasilitas internet yang telah ada,seperti e-mail,IRC (Internet Relay Chat),word wide web,search engine,millis (milling list) dan FTP (File Transfer Protocol).
2) Menggunakan sofware pengembang program pembelajaran dengan internet yang dikenal dengan Web-Course Tools,yang diantaranya bisa didapatkan secara gratis ataupun bisa juga dengan membelinya.
 3) Mengembangkan sendiri program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan (tailor made),dengan menggunakan bahasa pemograman seperti ASP (Active Server Pages) dan lain-lain.
Setiap cara memiliki kelebihan dan kekurangan,misalnya pengembangan program pembelajaran dengan menggunakan fasilitas internet mempunyai kelebihan biayanya sangat murah dibandingkan yang lain,namun ada kekurangan yaitu dalam pengelolaan agak sulit karena sifatnya tidak terintegrasi.Sedangkan apabila menggunakan Web Course Tools atau pengembangan secara taillor-made biayanya jauh lebih mahal,namun memiliki kelebihannya yakni mudah dalam pengembangan dan pengelolaanya,lebih power full,dan sesuai dengan kebutuhan.


Tugas Kelompok-Translate IXL

Nama Kelompok 4:          1. Akmianti
                                                2. yahyuni
                                                3. bau rina angreani
                                                4. desi safitri

Angka dan menghitung sampai 3

A.1
Menghitung sampai ke 3
A.2
Mewakili angka hingga 3
A.3
Menghitung dengan mengetik - hingga 3

Angka dan menghitung sampai 5
B.1 Menghitung sampai 5
B.2
Mewakili angka- hingga 5
B.3
Menghitung dengan mengetik - hingga 5
B.4
Hitungan Atas - hingga 5
B.5
Hitungan bawah - hingga 5

Angka dan menghitung sampai 10
C.1 Menghitung sampai 10
C.2
Menghitung titik - 0-10
C.3
Menghitung blok - hingga 10
C.4
Mewakili angka - hingga 10
C.5
Menghitung dengan mengetik - hingga 10
C.6
Hitungan Atas - dengan gambar
C.7
Hitungan atas - dengan angka
C.8
Hitungan atas dan ke bawah - dengan gambar
C.9
Hitungan atas dan ke bawah - dengan nomor
C.10
  Perhitungan tanda - hingga 10
C.11
  Garis Nomor - hingga 10
C.12
Sebelum, setelah, dan antara - hingga 10
C.13
Hitungan depan - hingga 10
C.14
Hitungan maju dan mundur - hingga 10
C.15Nam
a dari nomor - hingga 10
C.16
Lengkapi  urutan - hingga 10

Angka dan menghitung sampai 20
D.1 Menghitung ke 20
D.2
Menghitung titik - 0 sampai 20
D.3
Mewakili angka- hingga 20
D.4
Menghitung dengan mengetik - hingga 20
D.5
Hitungan atas - hingga 20
D.6
Hitungan atas dan ke bawah - hingga 20
D.7
Perhitungan tanda - hingga 20
D.8
Baris Jumlah- hingga 20
D.9
Sebelum, setelah, dan antara - hingga 20
D.10
Hitung depan - hingga 20
D.11
Perhitungan maju dan mundur - hingga 20
D.12
Nama dari nomor - hingga 20
D.13
Melengkapi urutan - hingga 20
D.14
Hitungan blok - hingga 20
D.15
Menghitung puluhan dan satuan - hingga 20
D.16
Menulis puluhan dan satuan - hingga 20

Angka dan menghitung melampaui 20
E.1
Menghitung sampai 30
E.2
Menghitung sampai 100
E.3
Menghitung pada seratus grafik
E.4
Kelompok hitungan sepuluh
E.5
Garis Nomor - hingga 30
E.6
Menghitung blok - hingga 30
E.7
Menghitung puluhan dan satuan - hingga 30
E.8
Menulis puluhan dan satuan - hingga 30
E.9
Menghitung blok - hingga 100

Lewati-menghitung
F.1 Lewati-hitungan dengan dua
F.
2 Lewati-hitungan dengan lima
F.3
Lewati-hitungan puluhan
F.4
Lewati -hitungan dengan dua, lima, dan puluhan

Perbandingan
G.1
Sedikit, sama, dan banyak lagi
G.2
Sedikit dan banyak lagi - kelompok membandingkan
G.3
Sedikit dan banyak lagi - dengan grafik
G.4 sedikit dan lebih - dicampur
G.5 Bandingkan angka sampai dengan 10

Pola
H.1 Pola serupa
H.2 lengkap bagian yang hilang dari pola
H.3 Pola Tumbuh

Tambahan
I.1 Penambahan dengan gambar - jumlah hingga 5
I.2 Tambahkan dua angka - jumlah hingga 5
I.3 Penambahan kalimat - jumlah hingga 5
I.4 Cara membuat nomor - jumlah hingga 5
I.5 Penambahan
Masalah kata - jumlah hingga 5
I.6 Penambahan dengan gambar - jumlah hingga 10
I.7 Tambahkan dua angka - meringkas ke 10
I.8 Penambahan kalimat - meringkas 10
I.9 Cara membuat nomor - jumlah hingga 10
I.10 Penambahan
Masalah kata - meringkas 10
I.11 Penambahan kalimat - jumlah yang sama dengan 10

Pengurangan
J.1
Pengurangan dengan gambar - angka sampai dengan 5
J.2
Pengurangan- angka sampai dengan 5
J.3
Pengurangan kalimat - angka sampai dengan 5
J.4
Pengurangan Masalah kata - angka sampai dengan 5
J.5
Pengurangan dengan gambar - angka sampai dengan 10
J.6
Pengurangan - angka sampai dengan 9
J.
7 Pengurangan kalimat - angka sampai dengan 10
J.8
Pengurangan Masalah kata - angka sampai dengan 9

Posisi
K.1
dalam dan luar
K.2
Kiri, tengah, dan kanan
K.3
Atas, tengah, dan bawah
K.4
Atas dan bawah
K.5
Lokasi dalam tiga oleh tiga kotak

Pecahan
L.1 Mengidentifikasi bagian, pertiga, perempat
L.2 Bagian yang sama
Waktu
M.1 Pertandingan jam dan waktu
M.
2 Membaca jam dan menulis kali
M.3
Waktu peristiwa sehari-hari
M.4
Pertandingan analog dan jam digital
M.5
Musim
M.6
Pagi dan malam
 
Sorting, memesan, dan mengklasifikasikan
N.1 Sama
N.2 Berbeda
N.3 Sama dan berbeda
N.4 Klasifikasi berdasarkan warna
N.5 Klasifikasi dan jenis
N.6
Diagram Venn
N.7 Masukan angka sampai dengan 10 dalam rangka
N.8 Masukan angka sampai dengan 30 dalam rangka

Data dan grafik

O.1 Membuat grafik
O.2 Menafsirkan grafik

Kemungkinan
P.1 Lebih atau kurang mungkin

Pengukuran

Q.1 panjang dan pendek
Q.2 Tinggi dan pendek
Q.3 Cahaya dan berat
Q.4 Gelar kurang lebih
Q.5 Bandingkan ukuran, berat, dan kapasitas
Q.6 Ukur menggunakan benda-benda

Uang
R.1
Nama Coin - sen melalui kuartal
R.2
Nilai Coin - sen melalui kuartal
R.3 Hitungan uang - uang hanya
R.4 Hitungan uang - uang dan uang receh
R.5 Hitungan uang - uang, sen, dan dime
R.6 Koin
setara satu
R.7 Setara koin II
R.8 Setara koin III
R.9 Bandingkan dua kelompok koin

Bangun Ruang
S.1 Mengidentifikasi bentuk I
S.2 Mengidentifikasi bentuk II
S.3
Bentuk Sama
S.4 Mengidentifikasi tokoh yang solid
S.5 Kaitkan angka planar dan padat
S.6 Hitung sisi dan sudut
S.7 Bandingkan sisi dan sudut
S.8 Geometri benda sehari-hari
S.9 Symmetry
I
S.10 Symmetry II

Kosa Kata
T.1
Jumlah dan perbedaan