TUGAS TIK :
Integsari
ict dalam lingkup paud
DI SUSUN
OLEH :
KELOMPOK 4
AKMIANTI
YAHYUNI
BAU RINA
ANGRIANI
DESI SAFITRI
KELAS 14.2
PENDIDIKAN ANAK
USIA DINI
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSA
1. Keterkaitan
ICT dalam Lingkup PAUD
Dalam
Era globalisasi sekarang ini, pemerintah sedang menggalakkan pentingnya
pendidikan anak usia dini. Untuk menciptakan generasi-generasi yang lebih
unggul, juga nantinya mampu bersaing tinggi kelak ketika mereka dewasa dan juga
tidak melupakan nilai-nilai moral dan budaya bangsa Indonesia. Karena anak usia
dini merupakan masa golden age. Dimana terbentuknya pertumbuhan dan
perkembangan otak pada masa-masa usia dini sekitar 0-8 tahun mencapai 80%
pertumbuhan dan perkembangan pada otak manusia. Ibaratnya sebuah spon mereka
mampu dan cepat menyerap ilmu atau apapun yang mereka terima, yang diberikan
lingkungannya pada masa pertumbuhan dan perkembanganya.
Akan
tetapi kita tidak boleh melupakan tugas dan hak kewajiban anak yaitu bermain
sambil belajar. Karena dengan suasana bermain seraya belajar tidak membuat anak
merasa ditekan ataupun tertekan pada situasi dan kondisi mereka yang sedang
mempelajari diri dan juga lingkungannya. Melainkan anak akan mendapat kemudahan
pada proses belajar dalam suasana bermain, yang menyenangkan dan tanpa tekanan.
Itulah sebabnya dikatakan dunia anak adalah dunia bermain.
Tidak
bisa kita pungkiri dalam segala
bidang TIK sudah menjadi kebutuhan pokok
pada kehidupan kita. Termasuk dalam dunia pendidikan. TIK memiliki peran penting
dalam sarana dan prasarana pembelajaran..Namun begitu kita juga diharapkan
mengetahui karakter atau tugas perkembangan pada masa ini. Ia akan mudah
belajar dalam suasana bermain, menyenangkan dan tanpa tekanan.Itulah sebabnya
dikatakan dunia anak adalah dunia bermain.
Teknologi
Informasi adalah bentuk teknologi yang tidak dapat dielakkan saat ini, termasuk
pada anak-anak. Playstation, Handphone, Game online adalah contoh teknologi
yang menggunakan progam komputer, dimana anak tidak dapat menghindarinya.
Pembelajaran
TIK di perlukan agar anak dapat terarah dalam menggunakan atau memanfaatkan
TIK. TIK pada PAUD harus memperhatikan aspek-aspek perkembangan, seperti moral,
sosial emosi, bahasa, seni seperti yang ada pada Kurikulum PAUD itu sendiri.
Pembelajaran TIK pada PAUD bisa di berikan pada sentra Tekonologi atau pada
tema aalat Komunikasi. Namun untuk TIK sendiri, pengenalan komputer juga perlu
diberikan pada anak usia dini.
·
Dampak TIK untuk Anak
a.
Dampak positif tik untuk anak
Dari
hasil penelitian, ternyata pembelajaran komputer mempunyai dampak positif
terhadap perkembangan anak. Meskipun demikian menurut penulis TIK adalah
sebagai sarana dalam mempermudah atau membantu pekerjaan manusia. Disamping TIK
mempunyai manfaat namun tak sedikit juga efek negatif. Adapun dampak positif
TIK bagi anak antar lain :
1).
Belajar menjadi menyenangkan dengan tampilan multimedia. Anak tidak merasa
jenuh dan tidak merasa terbebani. Bahkan anak akan merasa tertantang untuk
mencoba lagi dan tidak mudah menyerah bila soal atau tugas yang harus dilalui
di kemas dalam bentuk permainan.
2).
Komputer ternyata efektif untuk membangkitkan motivasi dan keingin tahuan yang
tinggi pada anak. Dan hal ini sangat berbeda ketika kita melakukan pembelajaran
dengan metode konvensional semacam ceramah atau pemberian tugas.
3).
Anak akan merasa lebih percaya diri dan bersemangat jika ia berhasil membuat
proyek, menggunakan media komputer. Guru atau pendamping sebaiknya memcetak
(print out) dan mengumpulkan sehingga anak merasa bangga dan berkeinginan untuk
bereplorasi lagi.
b.
Dampak Negatif TIK :
Banyak
situs-situs atau tampilan yang tidak pantas untuk anak, sehingga pendampingan
orang tua mutlak diperlukan. Gunakan filter agar anak tidak dapat mengakses web
yang tidak layak untuk anak Letakkan komputer di ruang keluarga atau tempat
dimana semua orang atau anggota keluarga dapat melakukan kontrol.
Games
dapat membuat anak menjadi keblabasan dan tidak mengenal waktu. Ia bisa
berjam-jam duduk di depan komputer. Hal ini tidak baik untruk kesehatan mata
maupun dampak sosialisasi anak dengan sekitarnya. Buat jadwal kapan anak boleh
bermain menggunakan komputer,sehigga kehidupannya lebih berimbang.
Meskipun
kita dapat mengakses berbagai informasi melalui komputer dalam hal ini
internet, tapi tidak semua informasi tersebut akurat.Sehingga kita juga perlu
lebih selektif dan berhati-hati.
2. Fungsi
dan Peran ICT dalam Lingkup PAUD
·
FUNGSI
Fungsi
pembelajaran TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan
komunikasi. Untuk memudahkan anak usia dini dalam membantu proses belajar
dengan cara yang menyenangkan, kreatif, imaginative dengan memakai TIK sebagai
sumber belajar, seperti CD interaktif yang kini semakin banyak berkembang dalam
modifikasi isi dari pembelajarannya. Contohnya : belajar berhitung, belajar
membaca, mengenal huruf, mengenal warna, geometri, bentuk, juga mengenal
lingkungan,binatang dan tumbuh-tumbuhan serta lain-lainnya. Ada pula
games-games yang menyenangkan anak-anak tetapi juga syarat dengan pembelajaran
seperti puzzle huruf. Sehingga yang tanpa disadari anak, mereka belajar banyak
mengenal kosakata dalam bahasa inggris. Tau bagaimana berhitung. Yang pada masa
sekarang ini banyak orang tua memaksakan anak belajar tanpa memikirkan
kebutuhan dan hak dalam dunia anak yaitu bermain. Dengan adanya sarana dan
prasarana TIK sebagai sumber belajar menjadikan pembelajaran menjadi lebih
atraktif juga kreatif. Membuat anak menjadi lebih tertantang untuk bermain
sambil belajar.
Anak-anak
usia dini sangat cepat dan mudah sekali belajar seraya bermain, yang terkadang
kita sebagai orang tua atau juga sebagai
pendidik anak usia dini. Tidak boleh melupakan pengawasaan dalam pembelajaran
yang menggunakan sumber belajar TIK. Agar anak-anak tidak jauh melenceng dari
pengenalan pembelajaran yang kita harapkan pada tujuan semula menjadikan TIK
sebagai sumber belajar yang cocok dan pantas bagi anak usia dini. Karena
sebagai mana kita tau. selain TIK memiliki dampak positif dalam membantu
pertumbuhan dan perkembangan anak dalam belajar, juga memiliki dampak negative
jika kita kurang ataupun lengah terhadap pengawasan dalam pembelajaran yang
menggunakan TIK. Oleh karena itu hendaknya segala sesuatu yang berkaitan dengan
perkembangan pembelajaran TIK, anak perlu pengawasan dan pembelajaran yang seimbang
dengan jiwa dan kebutuhan pembelajaran, sehingga anak ataupun peserta didik
tidak salah menggunakan pemanfaatan perkembangan teknologi pembelajaran.
Adapun
Tujuan pembelajaran TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi
informasi dan komunikasi. Jika sebelumnya telah penulis jelaskan perlunya anak
usia dini belajar mengenal teknologi informasi termasuk didalamnya pengenalan
komputer.
Ada
dua hal yang perlu diberikan pada pembelajaran komputer, yaitu kemampuan dan
pengetahuan.
Kemampuan
berhubungan dengan ketrampilan menggunakan komputer. Pada tahap PAUD, anak
masih dalam batas mengenalkan komputer, bagian dan fungsi komputer itu sendiri,
menggunakan komputer dengan benar :seperti cara menghidupkan dan mematikan
komputer, tertib menggunakan komputer disamping anak dapat mengoperasikan
program aplikasi yang digunakana dalam pembelajaran.
Sedang
unsur pengetahuan adalah pengetahuan yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak,
seperti berhitung, mengenal bentuk geometri, mewarna. Disamping itu anak juga
belajar menggunakan komputer untuk menyelesaikan tugas secara sderhana. Anak
mengetahui kegunaan komputer secara luas.
Sebagai
contoh jika anak dapat menggambar pemandangan yang disukai, belajar berhitung
menggunakan komputer, mengelompokkan benda-benda yang sejenis, membuat cerita
sederhana atau membuat kartu ucapan untuk teman atau orang-orang yang
disayangi, lalu hasil tersebut di cetak maka anak akan merasa bangga dan dapat
meningkatkan kepercayaan dirinya.
Aspek
yang lain yang dapat digali dalam pembelajaran komputer adalah bagimana ia
berinteraksi dengan teman, latihan berbagi, bekerja sama. Hal ini bisa
dilakukan oleh guru untuk mengkondisikan pembelajaran komputer secara
bergantian, atau berkelompok untuk materi-materi yang membutuhkan problem solving.
·
Peran TIK dalam pembelajaran anak.
a.
TIK sebagai Sumber Belajar
Sebagai
sumber belajar, TIK dapat memberi layanan cepat-murah, menjawab kebtuhan
informasi, menyediakan informasi terbaru/terkini. Dengan TIK, kita dapat
meninggalkan kebiasaan satu sumber belajar, artinya guru bukan lagi menjadi
satu-satunya sumber belajar bagi siswa, tetapi hanya menjadi fasilitator dalam
menyediakan berbagai fasilitas penunjang belajar bagi siswa yang memungkinkan
siswa dapat bereksplorasi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan TIK siswa menggunakan ANEKA sumber belajar, artinya
menjadikan TIK sebagai salah satu referensi dalam belajar sehingga siswa dapat
dengan mudah memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan dalam belajar.
Namun, guru harus tetap mengatur efektifitas penggunaan TIK (internet), artinya
siswa disiapkan untuk menggunakan teknologi dengan tepat dan sesuai kebutuhan.
Di sini guru harus tegas memberi batasan kepada siswa dalam mencari sumber
belajar di internet.
b.
TIK sebagai Media Belajar
Dalam
merancang media berbasis TIK, guru harus dapat mengupayakan adanya kedekatan
antara visualisasi antara pesan verbal dan ilustrasi yang digunakan agar lebih
mudah dipahami anak. Ada beberapa prinsip penggunaan media, yaituKesederhanaan,
artinya media yang digunakan tidak perlu mewah tetapi harus didesain secara
hati-hati mengandung makna dari pesan yang hendak disampaikan. Keutuhan,
artinya dalam membelajarkan sesuatu kepada anak harus dimulai dari satu
kesatuan yang utuh baru ke bagian-bagian tertentu, agar pesan yang disampaikan
lebih bermakna atau berarti bagi anak. Keseimbangan,hal ini menjaga agar
perhatian anak tetap fokus pada pesan apa yang mau kita sampaikan, karena
ketidakseimbangan gambar dapat mengalihkan perhatian siswa. Ketegasan, artinya
harus ada teknik dalam memberi penekanan pada bagian tertentu. Misalkan dengan
memberi warna tertentu pada kata-kata tertentu yang merupakan pesan khusus yang
mau disampaikan.
Peran
TIK dalam meningkatkan profesionalisme pendidik diantaranya:
1).
TIK membantu guru menjalankan fungsinya sebagai fasilitator pembelajaran.
2).
TIK membantu guru mewujudkan model-model pembelajaran yang interaktif, inovatif
dan kreatif.
3).
TIK menjadikan proses pembelajaran lebih efektif dan efisien.
4).
TIK mempermudah guru mencapai kemampuan dasar sebagai seorang pendidik.
5).
TIK membantu guru menciptakan sistem pembelajaran yang mandiri.
3. Manfaat
integrasi ict dalam lingkup paud
Manfaat
TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi.
Ada
dua hal yang perlu diberikan pada pembelajaran komputer, yaitu kemampuan dan
pengetahuan.
Kemampuan
berhubungan dengan ketrampilan menggunakan komputer. Pada tahap PAUD, anak
masih dalam batas mengenalkan komputer, bagian dan fungsi komputer itu sendiri,
menggunakan komputer dengan benar :seperti cara menghidupkan dan mematikan
komputer, tertib menggunakan komputer disamping anak dapat mengoperasikan
program aplikasi yang digunakana dalam pembelajaran.
Sedangkan
unsur pengetahuan adalah pengetahuan yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak,
seperti berhitung, mengenal bentuk geometri, mewarna. Disamping itu anak juga
belajar menggunakan komputer untuk menyelesaikan tugas secara sderhana. Anak
mengetahui kegunaan komputer secara luas.
1.
Sebagai media belajar
a.
E-Learning (Electronic Learning)
Adalah
proses pembelajaran jarak jauh melalui pemanfaatan teknologi internet. Dalam
konteks electronic learning atau e-learning sebagai salah satu bentuk
pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi. Perkembangan e-Learning
sendiri sebenarnya sangat erat kaitannya dengan perkembangan TIK, dimulai dari
perkembangan teknologi televisi, komputer hingga teknologi komunikasi data
paling cepat saat ini yaitu internet. e-Learning menjadi salah satu bentuk
evolusi penyampaian pembelajaran dengan pemanfaatan TIK sebagai komponen
utamanya.
AW.Bates
(Bates 1995) dan K Wulf (Wulf 1996), seperti yang dikutip oleh Siahaan (2004),
menyebutkan 4 keuntungan penyelenggaraan pendidikan semacam ini yaitu: (1) meningkatkan
kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur
(enhance interactivity), (2) dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Sifat
internet yang tidak mensyaratkan sinkronitas memungkinkan instruktur dan
peserta didik dapat terlibat dalam proses pembelajaran dalam waktu dan tempat
yang berbeda, (3) sangat mampu menjangkau audience secara luas dan global, dan
(4) mudah melakukan pembaruan materi pembelajaran dan menyimpan data/dokumen.
Namun demikian, tidak semua negara dapat menyelenggarakan pembelajaran
elektronik.
Kriteria-kriteria
di bawah ini merupakan syarat yang telah dipenuhi negara-negara penyelenggara
pembelajaran berbasis teknologi, yakni:
1).
sikap positif masyarakat pada teknologi komputer dan internet, yang ditunjukkan
dari semakin banyaknya jumlah pengguna dan penyedia jasa internet,
2).
harga perangkat komputer yang relative murah dan dapat dimiliki oleh
masyarakat,
3).
kemampuan teknologi memproses data secara cepat dan kapasitas penyimpanan yang
besar, dan luasnya akses atau jaringan komunikasi.
b.
E- Book (Electronic Book)
Pada
fasilitas ini siswa dapat mencari koleksi perpustakaan elektronik berupa buku
buku, modul, jurnall, makalah, majalah, surat kabar dan sebagainya
.
c.
Teleconference atau video conference
Sebuah
sistem pembelajaran dimana terjadi interaksi langsung, misalnya antara guru dan
siswa, antara dosen dan mahasiswa. Tetapi pemanfaatan TIK sebagai sumber
belajar melalui teleconference atau video conference sulit dilaksanakan,
mengingat sistem pembelajaran ini memerlukan biaya yang cukup besar dan
kurangnya sarana dan fasilitas yang memadai.
2.
Sebagai media pembelajaran
Kata
media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium
yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara
atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Pemanfaatn ICT sebagai
media pembelajaran merupakan hal yang baru dalam pendidikan. Hal tersebut tentu
diiringi oleh perkembangan zaman saat ini. Dikeluarkannya komputer mini (netbook)
oleh pabrikan komputer di dunia yang niat awalnya didistribusikan untuk
konsumsi pelajar, merupakan salah satu jalan bagi dunia
pendidikan dalam memanfaatkan ICT tersebut. Walaupun saat ini pemanfaatnya
telah berkembang. Clark mengklasifikasinnya media dalam pembelajaran menjadi 5
perspektifyaitu: Media sebagai teknologi dan mesin, Media sebagai tutor, Media
sebagai alat sosialisasi, Media sebagai motivator dalam belajar, Media sebagai
alat mental untuk berpikir dan memecahkan masalah. Proses belajar mengajar pada
hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber
pesan melaluisaluran atau media tertentu k penerima pesan. Pesan, sumber
pesan,saluran/media dan penerima. pesan adalah komponen-komponen proses
komunikasi. Pesan yang dikomunikasikan adalah sebuah informasi Menurut Rudy
Bretzciri utama media dibagi menjadi 3 unsur pokok, yaitu, suara, visual dan
gerak. Visual dibedakan menjadi tiga, yaitu gambar, garis, dan simbol yang
merupakan suatu kontinum dari bentuk yang dapat ditangkap dengan indra
penglihatan.
Di
samping itu Bretz juga membedakan antara media siar (telecomunikation) dan
media rekam(recording) sehingga terdapat 8 klasifikasi, yaitu:
1).
media audio visual gerak,
2).
media audio visual diam,
3).
media audio semi gerak,
4).
media visual gerak,
5).
media visual diam,
6).
media semi gerak,
7).
media audio,
8).
media cetak.
Karakteristik
Menurut Munadi media terdiri dari 4 macam yaitu:
Ø
Media Audio
Pembahasan
tentang proses komunikasi pembelajaran dengan menggunakan media audio tidak
lepas dari pembahasan aspek pendengaran. Kita lebih banyak menghabiskan waktu
untuk mendengarkan dari pada untuk melakukan komunikasi lainnya. Pada tahun
1926 ditemukan bahwa 70% dari waktu bangun kita dipakai untuk berkomunikasi,
yaitu membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Bila waktu yang digunakan
untuk beraktivitas tersebut dibagi-bagi, hasilnya menunjukkkan bahwa 42%
dipakai untuk mendengarkan, 32% untuk bercakap-cakap, 15% untuk membaca, dan
11% untuk menulis.
Mendengarkan sesungguhnya suatu proses rumit
yang melibatkan empat unsur:
(1)
medengar,
(2)
memperhatikan,
(3)
memahami, dan
(4)
mengingat.
Jadi
definisi mendengarkan adalah” Proses selektif untuk memperhatikan,mendengar,
memahami, dan mengingat simbol-simbol pendengaran”. Karakteristik Media Audio
mempunyai ciri utama dituangkan dalam lambang auditif, baik verbal maupun non
verbal. Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut: Mampu mengatasi keterbatasan
ruang dan waktu dan memungkinkan menjangkau sasaran yang luas, mampu
mengembangkan daya imajinasi pendengar, dan mampu memusatkan perhatian anak
pada penggunaan kata-kata, bunyi, serta arti dari kata/bunyi tersebut.
Sedangkan kekurangan media audio adalah sifat komunikasinya hanya satu arah.
Memiliki kekuarang dari sudut perolehan informasi dalam belajar.
Ø
Media Visual
Media
visual adalah media yang melibatkan indra penglihatan. Terdapat dua jenis pesan
yang dimuat dalam media visual, yakni pesan verbal dan nonverbal. Pesan
verbal-visual terdiri atas kata-kata dalam bentuk tulisan dan pesan non
verbal-visual adalah pesan yang dituangkan ke dalam simbol-simbol
nonverbal-visual. Secara garis besar unsur-unsur yang terdapat pada media
visual terdiri atas garis, bentuk, warna, dan tekstur. Pentingnya pesan verbal
dalam pembelajaran yaitu untuk melakukan pengeriman pesan melalui bahasa verbal
untuk menghasilkan makna. Kata-kata merupakan unsur dari bahasa yang dapat
digunakan sebagai simbol verbal. ”Kata”
hanya
akan mempunyai ”makna” setelah ia diasosiasikan dengan ”refrensi/rujukan”.
Karakteristik Media Visual ialah Pesan visual dapatdituangkan dalam bentuk:
gambar, grafik, diagram, bagan, peta. Sedangkan penyaluranpesan visual
verbal-nonverbal-grafis dapat dilakukan melalui: buku dan modul, komik, majalah
dan jurnal, poster, papan visual. Di samping itu pesan visual juga dapat berupa
benda asli atau tiruan (miniatur).
Ø
Media Audio Visual
Media
audiovisual dapat dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama, dilengkapi fungsi
peralatan suara dan gambar dalam satu unit, dinamakan media audiovisual murni,
seperti film gerak, video, televisi. Jenis kedua adalah media audio visual
tidak murni yakni apa yang kita kenal dengan slide, OHP dan peralatan visual
lainnya bila diberi unsur suara dari rekaman kaset yang dimanfaatkan secara
bersamaan dalam satu waktu atau satu proses pembelajaran. Salah satu media
audiovisual adalah film. Dilihat dari indera yang terlibat, film adalah alat
komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran efektif. Apa yang
terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah
diingat dari pada apa yang hanya dilihat atau di dengar saja. Manfaat dan
karakteristik lainnya dari media film dalam meningkatkan efektifitas dan
efisiensi proses pembelajaran, diataranya: Mengatasi keterbetasan jarak dan
waktu, Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam
waktu yang singkat, Dapat diulang, untuk memperkuat pengingatan, Mengembangkan
pikiran dan pendapat.
Ø
Multimedia
Media
dalam konteks pembelajaran merupakan bahasa, maka multimedia dalam konteks
tersebut adalah multibahasa, yakni ada bahasa yang mudah dipahami oleh indra
pendengaran, penglihatan, peraba dan lain sebagainya; atau dalam bahasa lain
multimedia pembelajaran adalah media yang mampu melibatkan banyak indera dalam
satu organ tubuh selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini
Pemanfaatan Multimedia Berbasis Komputer dalam Pembelajaran dapat berbentuk :
Multimedia Presentasi, Program Multimedia Interaktif, Sarana Simulasi, Video
pelajaran/edukatif.