TUGAS TIK :
Model pembelajaran melalui
media elektronik dan internet
DI SUSUN
OLEH :
KELOMPOK 4
AKMIANTI
YAHYUNI
BAU RINA ANGRIANI
DESI SAFITRI
KELAS 14.2
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
A. Pengertian Model Pembelajaran Berbasis
Elektronik (E-Learning)
Pembelajaran e-learning merupakan kegiatan pembelajaran yang
memanfaatkan jaringan internet ( internet,LAND,WAN).Sebagai metode
penyampaian,interaksi,dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk
layanan belajar lainnya ( Brown,2000;feasey,2001).
E-learning adalah
pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknoligi, seperti telepon,
audio, video tv, transmisi satelit atau computer (sukartawi, 2003).
1. Fungsi
pembelajaran elektronik
Menurut Siahaan (2002) setidaknya ada tiga fungsi
pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas ,
yaitu sebagai berikut:
a. sebagai suplemen pembelajaran yang
sifatnya pilihan/opsional.
b. sebagai perlengkapan (komplemen)
pembelajaran.
c. sebagai pengganti (substitusi)
pembelajaran.
2. Manfaat
pembelajaran elektronik
Pembelajaran elektronik (e-learning) bermanfaat bagi
berbagai pihak yang terkait :
a. Bagi Siswa
Kegiatan pembelajaran melalui e-learning dimungkinkan berkembangnya
fleksibilitas belajar siswa yang optimal, di mana siswa dapat mengakses
bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang.
b. Bagi Guru
Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang
menjadi tanggung jawabnya dengan
tuntunan perkembangan keilmuan yang terjadi.
c. Bagi Sekolah
Di sekoalah akan tersedia bahan ajar yang telah divalidasi
sesuai dengan bidangnya sehingga setiap guru dapat menggunakan dengan mudah serta efektivitas
dan efisien.
3. Kelemahan
pembelajaran elektronik
Menurut Wildavsky, (2001) kelemahan utama pembelajaran
e-learning adalah sebagai berikut:
a. Frekuensi kontak secara langsung antar
sesama siswa dengan narasumber sangat
minim.
b. Peluang siswa untuk bersosialisasi
dengan siswa lain sangat terbatas.
4. Pembelajaran
Berbasis Web (web based learning)
Pembelajaran berbasis WBL atau sering disebut on-line learning
merupakan suatu system atau proses untuk
melaksanakan kegiatan belajar mengajar jarak jauh melalui aplikasi web dan
jaringan internet (Simamora,2003).
Beberapa
kelebihan dari pemanfaatan internet untuk WBL anatar lain sebagai berikut:
a. Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik
,semuanya dapat dibangun dalam aplikasi internet
b. Melalui internet lembaga pendidikan
akan dapat lebih focus pada program penyelenggaraan pendidikan atau latihan
c. Program WBL dapat dilaksanakan dan
diupdate secara cepat
d. Dapat diciptakan interaksi yang
bersifat real time (chating atau video conference) maupun non real time (email,
bulletin board, mealing list)
e. Dapat mengakomodasi keseluruhan proses
belajar, mulai dari registrasi, penyampaian materi, diskusi, evaluasi dan juga
transaksi
f. Dapat diakases dari lokasi mana saja
dan bersifat global
g. Materi dapat dirancang secara
multimedia dan dinamis
h. Siswa dapat terhubung ke berbagai
perpustakaan maya diseluruh dunia dan menjadikannya sebagai media penelitian
dalam meningkatan pemahaman dan bahan.
i. Guru dapat secara cepat menambahkan
referensi bahan ajar bersifat study kasus, trend industry dan proyeksi
teknologi kedepan melalui berbagai sumber untuk menambah wawasan peserta
terhadap bahan ajar.
B. Model Pembelajaran melalui Internet
Pengertian
Internet
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung
secara internasional dan tersebar di seluruh
dunia. Jaringan ini meliputi
jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya
dengan memanfaatkan jaringan
telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).
Sidharta (1996) memberikan definisi yang sangat
luas terhadap pengertian internet. Internet
adalah forum global pertama dan
perpustakaan global pertama dimana setiap pemakai dapat
berpartisipasi dalam segala waktu.
Karena internet merupakan perpustakaan global, maka pemakai
dapat memanfaatkannya sebagai
sumber belajar.
Kemajuan
teknologi informasi ini tidak hanya dirasakan oleh dunia bisnis, akan tetapi
dunia
pendidikan juga ikut merasakan
manfaatnya. Perkembangan teknologi informasi lebih terasa
menfaatnya
dengan hadirnya jaringan internet yang memanfaatkan satelit sebagai media
transformasi. Hadirnya internet sebagai sumber informasi ini sangat
memungkinkan seseorang untuk mencari dan menyebarkan segala ilmu pengetahuan
dan teknologi termasuk penemuan penelitian keseluruh dunia dengan mudah, cepat,
dan murah, sehingga pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat
lebih cepat dan merata. Dengan demikian segala informasi yang ada di internet
dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Di Indonesia pemanfaatan teknologi
internet dimulai sekitar tahun 1995 ketika IndoInternet membuka jasa layanan
internet.
Namun harus diakui bahwa kini pemanfaatan teknologi ini masih didominasi
oleh lembaga seperti perbankan, perdagangan, media massa, atau kalangan
industri. Jika melihat potensinya, dalam waktu mendatang mungkin saja lembaga
pendidikan akan mendominasinya. Jaringan yang dikoordinir oleh ITB ini
bertujuan untuk pengenalan dan pengembangan teknologi internet untuk pendidikan
dan riset, pengembangan backbone internet pendidikan dan riset di kawasan Asia
Pasific bersama-sama perguruan tinggi di kawasan ASEAN dan Jepang, serta
pengembangan informasi internet yang meliputi aspek ilmu pengetahuan,
teknologi, budaya, sosial, dan ekonomi. Hingga kini sudah ada 21 lembaga
pendidikan tinggi (negeri dan swasta), lembaga riset nasional, serta intnasi
terkait yang telah bergabung.
Pemanafaatan internet untuk pendidikan ini tidak hanya untuk pendidikan jarak jauh, akan tetapi juga dikembangkan dalam sistem pendidikan konvensional. Kini sudah banyak lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi yang sudah mulai merintis dan mengembangkan model pembelajaran berbasis internet dalam mendukung sistem pendidikan konvensional. Namun suatu inovasi selalu saja menimbulkan pro dan kontra. Yang pro dengan berbagai dalih meyakinkan akan manfaat kecanggihan teknologi ini seperti;, memudahkan komunikasi, sumber informasi dunia, memudahkan kerjasama, hiburan, berbelanja, dan kemudahan aktivitas lainnya. Sebaliknya yang kontra menunjukan sisi negatifnya, antara lain: biaya relatif besar dan mudahnya pengaruh budaya asing.
Pemanafaatan internet untuk pendidikan ini tidak hanya untuk pendidikan jarak jauh, akan tetapi juga dikembangkan dalam sistem pendidikan konvensional. Kini sudah banyak lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi yang sudah mulai merintis dan mengembangkan model pembelajaran berbasis internet dalam mendukung sistem pendidikan konvensional. Namun suatu inovasi selalu saja menimbulkan pro dan kontra. Yang pro dengan berbagai dalih meyakinkan akan manfaat kecanggihan teknologi ini seperti;, memudahkan komunikasi, sumber informasi dunia, memudahkan kerjasama, hiburan, berbelanja, dan kemudahan aktivitas lainnya. Sebaliknya yang kontra menunjukan sisi negatifnya, antara lain: biaya relatif besar dan mudahnya pengaruh budaya asing.
Agar kita dapat mengoperasikan internet dengan baik, maka dibutuhkan
perangkat keras danperangkat lunak yang memadahi. Perangkat keras adalah
komponen-komponen fisik yang membentuk suatu sistem komputer serta
peralatan-peralatan lain yang mendukung komputer untuk melakukan tugasnya. Perangkat
keras tersebut berupa:
(1) satu unit komputer,
(2) modem,
(3) jaringan telepon,
(4) adanya sambungan dengan ISP (Internet Service Provider).
(2) modem,
(3) jaringan telepon,
(4) adanya sambungan dengan ISP (Internet Service Provider).
Sedangkan perangkat lunak adalah
program-program yang diperlukan untuk menjalankan perangkat keras komputer.
Perangkat lunak ini kita pilih sesuai dengan:
(1)
kemampuan perangkat keras yang kita miliki,
(2) kelengkapan layanan yang diberikan,
(3) kemudahan dari perangkat itu untuk kita operasikan dalam (User Friendly).
(2) kelengkapan layanan yang diberikan,
(3) kemudahan dari perangkat itu untuk kita operasikan dalam (User Friendly).
Internet
Sebagai Media Pendidikan
Internet memiliki banyak fasilitas yang telah digunakan dalam berbagai bidang, seperti militer, media massa, bisnis, dan juga untuk pendidikan. Fasilitas tersebut antara lain: e-mail, Telnet, Internet Relay Chat, Newsgroup, Mailing List (Milis), File Transfer Protocol (FTP), atau World Wide Web (WWW).
Internet memiliki banyak fasilitas yang telah digunakan dalam berbagai bidang, seperti militer, media massa, bisnis, dan juga untuk pendidikan. Fasilitas tersebut antara lain: e-mail, Telnet, Internet Relay Chat, Newsgroup, Mailing List (Milis), File Transfer Protocol (FTP), atau World Wide Web (WWW).
Teknologi internet pada hakekatnya
merupakan perkembangan dari teknologi komunikasi generasi sebelumnya. Media
seperti radio, televisi, video, multi media, dan media lainnya telah digunakan
dan dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan.
internet menurut Onno W. Purbo
(1998) paling tidak ada tiga hal dampak positif penggunaan internet dalam
pendidikan yaitu:
(a). Peserta didik dapat dengan mudah mengambil mata kuliah dimanapun di seluruh dunia tanpa batas institusi atau batas negara.
(b). Peserta didik dapat dengan mudah berguru pada para ahli di bidang yang diminatinya.
(c). Kuliah/belajar dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa bergantung pada universitas/sekolah tempat si mahasiswa belajar.
(a). Peserta didik dapat dengan mudah mengambil mata kuliah dimanapun di seluruh dunia tanpa batas institusi atau batas negara.
(b). Peserta didik dapat dengan mudah berguru pada para ahli di bidang yang diminatinya.
(c). Kuliah/belajar dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa bergantung pada universitas/sekolah tempat si mahasiswa belajar.
Ada tiga sistem pembelajaran
melalui internet yang layak dipertimbangkan sebagai dasar pengembangan sistem
pembelajaran dengan mendayagunakan internet,yaitu :
1. Web Course
Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran,dimana seluruh bagian bahan belajar,diskusi,konsultasi,penugasan,latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet.
1. Web Course
Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran,dimana seluruh bagian bahan belajar,diskusi,konsultasi,penugasan,latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet.
2. Web
Centric Course
Sebagian bahan belajar,diskusi,konsultasi,penugasan,dan latihan disampaikan melalui internet,sedangkan ujian dan sebagian konsultasi,diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka,walaupun dalam proses belajarnya sebagian dilakukan dengan tatap muka yang biasaya berupa tutorial,tetapi presentase tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan dengan presentase proses pembelajaran melalui internet.
Sebagian bahan belajar,diskusi,konsultasi,penugasan,dan latihan disampaikan melalui internet,sedangkan ujian dan sebagian konsultasi,diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka,walaupun dalam proses belajarnya sebagian dilakukan dengan tatap muka yang biasaya berupa tutorial,tetapi presentase tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan dengan presentase proses pembelajaran melalui internet.
3. Web Enhanced Course
Web enhanced course merupakan pemanfaatan internet untuk pendidikan,untuk menunjang peningkatan kualitas belajar mengajar di kelas.Bentuk ini juga dikenal dengan nama web lite course,karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas.
Web enhanced course merupakan pemanfaatan internet untuk pendidikan,untuk menunjang peningkatan kualitas belajar mengajar di kelas.Bentuk ini juga dikenal dengan nama web lite course,karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas.
sistem pembelajaran internet
dikembangkan melalui tiga cara pengembangan yaitu:
1) Menggunakan seperlunya fasilitas internet yang telah ada,seperti e-mail,IRC (Internet Relay Chat),word wide web,search engine,millis (milling list) dan FTP (File Transfer Protocol).
2) Menggunakan sofware pengembang program pembelajaran dengan internet yang dikenal dengan Web-Course Tools,yang diantaranya bisa didapatkan secara gratis ataupun bisa juga dengan membelinya.
1) Menggunakan seperlunya fasilitas internet yang telah ada,seperti e-mail,IRC (Internet Relay Chat),word wide web,search engine,millis (milling list) dan FTP (File Transfer Protocol).
2) Menggunakan sofware pengembang program pembelajaran dengan internet yang dikenal dengan Web-Course Tools,yang diantaranya bisa didapatkan secara gratis ataupun bisa juga dengan membelinya.
3)
Mengembangkan sendiri program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan (tailor
made),dengan menggunakan bahasa pemograman seperti ASP (Active Server Pages)
dan lain-lain.
Setiap cara memiliki kelebihan dan
kekurangan,misalnya pengembangan program pembelajaran dengan menggunakan
fasilitas internet mempunyai kelebihan biayanya sangat murah dibandingkan yang
lain,namun ada kekurangan yaitu dalam pengelolaan agak sulit karena sifatnya
tidak terintegrasi.Sedangkan apabila menggunakan Web Course Tools atau pengembangan
secara taillor-made biayanya jauh lebih mahal,namun memiliki kelebihannya yakni
mudah dalam pengembangan dan pengelolaanya,lebih power full,dan sesuai dengan
kebutuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar