Senin, 13 April 2015

tugas kelompok-Model pembelajaran melaui media elektronik dan internet

TUGAS TIK :
Model pembelajaran melalui media elektronik dan internet


DI SUSUN
OLEH :
KELOMPOK 4
AKMIANTI
YAHYUNI
BAU RINA ANGRIANI
DESI SAFITRI
KELAS 14.2
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

A.  Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Elektronik (E-Learning)
Pembelajaran e-learning merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet ( internet,LAND,WAN).Sebagai metode penyampaian,interaksi,dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya ( Brown,2000;feasey,2001).
 E-learning adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknoligi, seperti telepon, audio, video tv, transmisi satelit atau computer (sukartawi, 2003).
1.      Fungsi pembelajaran elektronik
Menurut Siahaan (2002) setidaknya ada tiga fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas , yaitu  sebagai berikut:
a.       sebagai suplemen pembelajaran yang sifatnya pilihan/opsional.
b.      sebagai perlengkapan (komplemen) pembelajaran.
c.       sebagai pengganti (substitusi) pembelajaran.
2.      Manfaat pembelajaran elektronik
Pembelajaran elektronik (e-learning) bermanfaat bagi berbagai pihak yang terkait :
a.       Bagi Siswa
Kegiatan pembelajaran melalui e-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar siswa yang optimal, di mana siswa dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang.
b.      Bagi Guru
Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi  tanggung jawabnya dengan tuntunan perkembangan keilmuan yang terjadi.
c.       Bagi Sekolah
Di sekoalah akan tersedia bahan ajar yang telah divalidasi sesuai dengan bidangnya sehingga setiap guru dapat  menggunakan dengan mudah serta efektivitas dan efisien.
3.      Kelemahan pembelajaran elektronik
Menurut Wildavsky, (2001) kelemahan utama pembelajaran e-learning adalah sebagai berikut:
a.       Frekuensi kontak secara langsung antar sesama siswa dengan narasumber  sangat minim.
b.      Peluang siswa untuk bersosialisasi dengan siswa lain sangat terbatas.
4.      Pembelajaran Berbasis Web (web based learning)
Pembelajaran berbasis  WBL atau sering disebut on-line learning merupakan suatu system  atau proses untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar jarak jauh melalui aplikasi web dan jaringan internet (Simamora,2003).
Beberapa kelebihan dari pemanfaatan internet untuk WBL anatar lain sebagai berikut:
a.       Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik ,semuanya dapat dibangun dalam aplikasi internet
b.      Melalui internet lembaga pendidikan akan dapat lebih focus pada program penyelenggaraan pendidikan atau latihan
c.       Program WBL dapat dilaksanakan dan diupdate secara cepat
d.      Dapat diciptakan interaksi yang bersifat real time (chating atau video conference) maupun non real time (email, bulletin board, mealing list)
e.       Dapat mengakomodasi keseluruhan proses belajar, mulai dari registrasi, penyampaian materi, diskusi, evaluasi dan juga transaksi
f.       Dapat diakases dari lokasi mana saja dan bersifat global
g.      Materi dapat dirancang secara multimedia dan dinamis
h.      Siswa dapat terhubung ke berbagai perpustakaan maya diseluruh dunia dan menjadikannya sebagai media penelitian dalam meningkatan pemahaman dan bahan.
i.        Guru dapat secara cepat menambahkan referensi bahan ajar bersifat study kasus, trend industry dan proyeksi teknologi kedepan melalui berbagai sumber untuk menambah wawasan peserta terhadap bahan ajar.








B.  Model Pembelajaran melalui Internet
Pengertian Internet
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh
dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya
dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).
Sidharta (1996) memberikan definisi yang sangat luas terhadap pengertian internet. Internet
adalah forum global pertama dan perpustakaan global pertama dimana setiap pemakai dapat
berpartisipasi dalam segala waktu. Karena internet merupakan perpustakaan global, maka pemakai
dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar.
 Kemajuan teknologi informasi ini tidak hanya dirasakan oleh dunia bisnis, akan tetapi dunia
pendidikan juga ikut merasakan manfaatnya. Perkembangan teknologi informasi lebih terasa
menfaatnya dengan hadirnya jaringan internet yang memanfaatkan satelit sebagai media transformasi. Hadirnya internet sebagai sumber informasi ini sangat memungkinkan seseorang untuk mencari dan menyebarkan segala ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk penemuan penelitian keseluruh dunia dengan mudah, cepat, dan murah, sehingga pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat lebih cepat dan merata. Dengan demikian segala informasi yang ada di internet dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Di Indonesia pemanfaatan teknologi internet dimulai sekitar tahun 1995 ketika IndoInternet membuka jasa layanan internet.
Namun harus diakui bahwa kini pemanfaatan teknologi ini masih didominasi oleh lembaga seperti perbankan, perdagangan, media massa, atau kalangan industri. Jika melihat potensinya, dalam waktu mendatang mungkin saja lembaga pendidikan akan mendominasinya. Jaringan yang dikoordinir oleh ITB ini bertujuan untuk pengenalan dan pengembangan teknologi internet untuk pendidikan dan riset, pengembangan backbone internet pendidikan dan riset di kawasan Asia Pasific bersama-sama perguruan tinggi di kawasan ASEAN dan Jepang, serta pengembangan informasi internet yang meliputi aspek ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, sosial, dan ekonomi. Hingga kini sudah ada 21 lembaga pendidikan tinggi (negeri dan swasta), lembaga riset nasional, serta intnasi terkait yang telah bergabung.
        Pemanafaatan internet untuk pendidikan ini tidak hanya untuk pendidikan jarak jauh, akan tetapi juga dikembangkan dalam sistem pendidikan konvensional. Kini sudah banyak lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi yang sudah mulai merintis dan mengembangkan model pembelajaran berbasis internet dalam mendukung sistem pendidikan konvensional. Namun suatu inovasi selalu saja menimbulkan pro dan kontra. Yang pro dengan berbagai dalih meyakinkan akan manfaat kecanggihan teknologi ini seperti;, memudahkan komunikasi, sumber informasi dunia, memudahkan kerjasama, hiburan, berbelanja, dan kemudahan aktivitas lainnya. Sebaliknya yang kontra menunjukan sisi negatifnya, antara lain: biaya relatif besar dan mudahnya pengaruh budaya asing.
Agar kita dapat mengoperasikan internet dengan baik, maka dibutuhkan perangkat keras danperangkat lunak yang memadahi. Perangkat keras adalah komponen-komponen fisik yang membentuk suatu sistem komputer serta peralatan-peralatan lain yang mendukung komputer untuk melakukan tugasnya. Perangkat keras tersebut berupa:
(1) satu unit komputer,
(2) modem,
(3) jaringan telepon,
(4) adanya sambungan dengan ISP (Internet Service Provider).
Sedangkan perangkat lunak adalah program-program yang diperlukan untuk menjalankan perangkat keras komputer. Perangkat lunak ini kita pilih sesuai dengan:
 (1) kemampuan perangkat keras yang kita miliki,
(2) kelengkapan layanan yang diberikan,
(3) kemudahan dari perangkat itu untuk kita operasikan dalam (User Friendly).
Internet Sebagai Media Pendidikan
            Internet memiliki banyak fasilitas yang telah digunakan dalam berbagai bidang, seperti militer, media massa, bisnis, dan juga untuk pendidikan. Fasilitas tersebut antara lain: e-mail, Telnet, Internet Relay Chat, Newsgroup, Mailing List (Milis), File Transfer Protocol (FTP), atau World Wide Web (WWW).
Teknologi internet pada hakekatnya merupakan perkembangan dari teknologi komunikasi generasi sebelumnya. Media seperti radio, televisi, video, multi media, dan media lainnya telah digunakan dan dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan.
internet menurut Onno W. Purbo (1998) paling tidak ada tiga hal dampak positif penggunaan internet dalam pendidikan yaitu:
(a). Peserta didik dapat dengan mudah mengambil mata kuliah dimanapun di seluruh dunia tanpa batas institusi atau batas negara.
(b). Peserta didik dapat dengan mudah berguru pada para ahli di bidang yang diminatinya.
(c). Kuliah/belajar dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa bergantung pada universitas/sekolah tempat si mahasiswa belajar.
Ada tiga sistem pembelajaran melalui internet yang layak dipertimbangkan sebagai dasar pengembangan sistem pembelajaran dengan mendayagunakan internet,yaitu :
1. Web Course
Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran,dimana seluruh bagian bahan belajar,diskusi,konsultasi,penugasan,latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet.
2.  Web Centric Course
Sebagian bahan belajar,diskusi,konsultasi,penugasan,dan latihan disampaikan melalui internet,sedangkan ujian dan sebagian konsultasi,diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka,walaupun dalam proses belajarnya sebagian dilakukan dengan tatap muka yang biasaya berupa tutorial,tetapi presentase tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan dengan presentase proses pembelajaran melalui internet.
3. Web Enhanced Course
Web enhanced course merupakan pemanfaatan internet untuk pendidikan,untuk menunjang peningkatan kualitas belajar mengajar di kelas.Bentuk ini juga dikenal dengan nama web lite course,karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas.
sistem pembelajaran internet dikembangkan melalui tiga cara pengembangan yaitu:
1) Menggunakan seperlunya fasilitas internet yang telah ada,seperti e-mail,IRC (Internet Relay Chat),word wide web,search engine,millis (milling list) dan FTP (File Transfer Protocol).
2) Menggunakan sofware pengembang program pembelajaran dengan internet yang dikenal dengan Web-Course Tools,yang diantaranya bisa didapatkan secara gratis ataupun bisa juga dengan membelinya.
 3) Mengembangkan sendiri program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan (tailor made),dengan menggunakan bahasa pemograman seperti ASP (Active Server Pages) dan lain-lain.
Setiap cara memiliki kelebihan dan kekurangan,misalnya pengembangan program pembelajaran dengan menggunakan fasilitas internet mempunyai kelebihan biayanya sangat murah dibandingkan yang lain,namun ada kekurangan yaitu dalam pengelolaan agak sulit karena sifatnya tidak terintegrasi.Sedangkan apabila menggunakan Web Course Tools atau pengembangan secara taillor-made biayanya jauh lebih mahal,namun memiliki kelebihannya yakni mudah dalam pengembangan dan pengelolaanya,lebih power full,dan sesuai dengan kebutuhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar